100 hari bersamamu
“hay … ngapain lo di sini bengong?” Tanya dicky
“hah .. kagak nape nape. Mikir aja gue” sahutku sembri memandang orang yang berlalu lalang di hadapanku
“hah ,,,, bête nih gue … “ ujarnya yang sedang merebahkan diri di rerumputan hijau itu
“sama….” Jawabku datar
Kami berdua saling berdiam. Aku tetap saja memandang manusia yang berberlalu lalang itu. Aku memandang dicky yang sedang memejamkan matanya sejenak, ternyata sahabatku ini manis juga.
“heh ,,, jangan terus-terusan mandangin gue naksir tau rasa lo” candanya.
“idiihhh ,,, naksir.. sama lo … najis dahh ….” Jawabku
“busyett ,, jahat amat lo .. lo kira gue apa..”
“iye iye ,,, bercanda kale dick.. ngambekan lo .,, udah gue mau ke kelas…” langsung berdiri
“ehh bentar nape ,.., bentaran aja di sini … temenin gue..” ucap dicky yang menarik tanganku
“yeee….” Jawabku langhsung menghempaskan tubuh ke sebelah dicky
“liat deh langit cerah banget yahh…” ucap dicky sambil menunjuk-nunjuk kea rah langit
“garing -_-“ jawabku
“yahhhh ………” jawabnya menghela nafas.
Beberapa detik kemudian tiba-tiba dicky bangu dari tidurnya yang mengagetkanku.
“apa’an sih lo?” jawabku sedikit membentakk
“gue baru sadar…”
“hah .. emang selama ini lo gila yah dick..haha”
“bukann… gue baru nyadar kalo gue suka sama lo im ..”
“hahh … “ jawabku menganga. Memang kami berdua sudah bersahabat sejak kecil, tapi…
“iya …. “
“maksud lo .. tiba-tiba gini she .. lo kesambet apaan sihh ,,,”
“kagakk ,,, gue seriuuusssss….” Jawab dicky dengan memang tampang imutnya
“hemm ,,, ya udah kita jalanin selama 100 hari.. kalo gue gak cocok sama lo kita tetep sahabatan .. okey ….” Jawabku
“ sipppp ,,, setuju ,,,,,yey” sahut nya semangat
Sepulang dari kencan hari pertama dengan dicky aku menuju kamar dan melihat kalender. Aku mengambil spidol merah yang ada di mejaku lalu mulai menandai pada tgl 25 maret. Di bawah tanggal itu ku sisipkan kata-kata.
“hari pertama gue sama dicky”
Selesai itu, aku pergi mandi dan menuju ke bawah untuk makan.
******
Keesokkan harinya sebelum berangkat kuliah, aku menandai pada tanggal 26 maret. Karena hari ini hari ke dua aku jadian dengan dicky. Setelah selesai aku langsung keluar kamar karena dicky sudah menjemputku.
Sepulang kuliah kami berdua pergi ke Dufan, kami mencoba permainan-permainan yang menantang. Tetapi ketika mencoba Histeria aku serasa mau pingsan, tetapi dicky begitu perhatian kepadaku.
******
Pada tanggal 6 april, tepat ke hari ke 13 kami bersama. Tapi kami memutuskan untuk berada di rumah, dicky ke rumahku untuk sekedar main-main. Lalu sekedar iseng aku bertanya ke dicky.
“kenapa sih kita gak maen aja,, bosen tau gak di rumah..”
“udah udah kita di rumah aja.. soalnya kata orang purba angka 13 tuh angka sial…”
“busyett orang purba jauh amatt ,,, ya dehh terserah kamu” jawabku
Sontak kita berdua tertawa terbahak-bahak. Kami berdua memutuskan untuk memutar film di laptop milikku. Dicky memeluk bahuku, aku merasakan debaran jantung dicky. Aku hanya tersenyum kepadanya.
******
Pada tanggal 10 april, aku dan dicky pergi ke Lombok bersama. Karena dicky mengusulkan pantai do Pulau Lombok indah. Akupun menurut saja dengan dicky. Kami berdua menghabiskan 3hari di Lombok dengan penuh kebahagaiaan. Di hari terakhir kita di Lombok, dicky memberiku kalung liontin yang bagus sekali. Dia memakaikan kalung liontin ke leherku, usai itu aku memeluknya.
******
Lalu pada tanggal 30 april dicky sedang sakit demam, karena dia terlalu lelah mengerjakan tugas kuliahnya. Aku dating ke rumah dicky dan merawatnya selayaknya pacar. Aku menyuapinya, aku menghiburnya supaya ia tidak bosan. Sesaat aku merasa ada yang aneh dalam diriku.
*****
Pada hari ke 50 kita berdua jadian dicky memberi inisiatif untuk merayakannya. Aku memang merasa aneh. Tetapi aku sangat bahagia bila bersama dicky. Dicky menyiapkan sebuah makan malam yang romantis di atap gedung yang tinggi.
“kenapa kamu memilih tempat ini ??” tanyaku
“liat aja deh kita bisa memandang ribuan bintang yang bertabur di langit. Indah bukan??” jawabnya sambil memegang tanganku
“ya.. kamu memang pintar memilih tempat..” jwabku
*****
Pada tanggal 11 mei dicky memberiku surprise di hari ulang tahunku. Ia bersembunyi di sebuah kue tart yang sangat besar lalu ia mengagetkanku. Ia keluar dengan membawa sebuah kue tart dan menyenyikan lagu “happy birthday”. Aku sangat terkejut juga senang dengan kejuatannya.
*****
Tanggal 30 mei . kami pergi ke mall. Aku mencarikan kado untuk mama dicky karena sebentar lagi beliau ulang tahun. Dan juga aku membelikan sepotong baju untuk Dicky. Setelah selesai kami berdua pulang.
****
Keesokkan harinya aku pergi ke rumah dicky untuk merayakan ulang tahun mamanya. Aku, dicky, dan papanya berhasil memberikan kejutan untuk mamanya dicky. Beliau sangat senang sekali, sampai-sampai beliau menitikan air mata.
****
Tanggal 6 juni aku dan dicky pergi ke Snow bay. Setelah kami berganti pakaian, kami mencoba permainan air yang ada di situ. Kami sangat menikmati kebersamaan kami. Kami saling bercanda tiada hentinya.
****
Hari ini adalah hari ulang tahun dicky. Aku sudah menyiapkan surprise untukknya. Pada malam harinya pukul 12 tepat aku ke rumahnya, dengan membawa sebuah kue tart aku masuk ke kamarnya dan.
“SURPRise.. happy birthday to you….” Kulantunkan lagu happy birthday bersama kedua orangtuanya
“ya ampunn.. makasih semuanya..” jawabnya sedikit lemah karena ia baru saja tidur.
“tiup lilinya dong..” ujar papanya
“make a wish dulu donk…. Yang baek-baek lhooo” candaku
Setelah dia memejamkan mata untuk memohon permohonan di hari ulang tahunnya. Ia meniup lilinnya.
Pagi harinya kami merayakan dengan berkeliling kota Bandung.
*****
Dan akhirnya hari ke 100 kami tiba. Pag harinya dicky menjemputku ke rumah menggunakan baju pemberianku.
“pagii…..” ucapnya ketika bertemu denganku
“pagii juga,,” jwabku ceria
“yukk langsung pergi” ajaknya yang menarik tanganku
Aku masuk ke mobilnya. Dicky memacu mobilnya ke sebuah taman. Aku turun dari mobilnya, aku heran kenapa dicky tumben sekali mengajakku ke sini.
“tumben ke sini,,,” tanyaku
“ehm.. gak papa… kamu gak suka??” tanyanya sedikit murung
“aku suka kok.. asalkan sama kamu..” jawabku
“hehe… “ senyumnya mengembang
“ehmm.. aku mau makan nih laper…”
“ehmm … ya deh yuk kita makan.” Ajak dicky. Ia mengajakku di dekat taman itu ternyata ada rumah makan. Setelah selesai makan dicky mau pergi sebentar mencari rokok, dicky memang seorang perokok tapi semenjak denganku ia jarang merokok meskirun sesekali ia masih tetap merokok.
“aku beli dulu yahhh.. kamu tunggu di mobil” ujarnya meninggalkan bangku supirnya
“ya…” jawabku
Aku menunggu selama 10 menit tapi ia tak kunjung muncul juga. Aku merasa ada yang tidak beres di sini, aku menelefon handphonenya tetapi handphonenya berada di dalam mobil. Aku keluar dari mobil, mataku berkeliling mencari dimana dicky mencari rokok.
Lalu aku melihat ada kerumunan orang tidak jauh dari sebuah minimarket. Aku menuju ke sana, jantungku sangat berdegup kencang pertanda apakah ini. Setelah melihat itu, ternyata dicky terbaring dengan bersimbah darah.
“dicky… ya tuhan,,, “ teriakku
“kamu kenapa dick… dickkk,,” tangisku meledak
“mbak tadi mas ini tertabrak mobil, tapi mobilnya sudah kabur..”
“ambulans.. ambulans… ceppattt…” teriakku
Sesaat kemudian dicky di angkut dengan ambulans. Aku terus menangis dengan menatap wajah dicky yang sangat mengenaskan. Sesampainya di rumah sakit, dan dicky segera di tangani oleh dokter.
“siapa keluarga dari dicky..” Tanya seorang dokter yang keluar dari ruang UGD
“saya mamanya..” ujar mama dicky. Aku memang langsung menelepon mamanya.
“maaf ibu.. kami sudah berusaha sekuat mungkin.. tapi yang maha kuasa berkata lain..”
“gakk,, dokter pasti salah.. pasti itu bukan dicky ku.. gak,, BUKANN.. GAAAKKK” teriaku
“sabar yahh,,,” ujar mama dicky meskipun ia juga sangat terpukul
****
Akupun pergi ke rumah dicky, dan ke kamar dicky. Ketika aku memasukki kamarnya aku merasakan seolah dicky berada di sini, aku berkeliling kamarnya.
“kenapa kamu ninggalin aku.. padahal di hari ke 100 kita. Aku mau bilang aku sayang kamu..tapi kenapa kamu ninggalin aku” ujarku saat menatap foto dicky yang ada di kamarnya
“ima..” ujar mama dicky dari luar kamar
“ya tan..” jawabku lemah
“ini ,, dicky pernah bilang ke tante suruh memberikan ini ke kamu..” kata mama dicky yang menyodorkan sebuah surat.
“makasih tante..” jawabju sambil membuka surat itu
Dear ima…
Perjanjian kita akan berakhir….
Tapi entah kenapa aku ingin sekali menuliskan ini untukkmu
Ima.. aku sayang kamu.. aku gak ingin kita pisah..
Aku ingin tahu secepatnya bagaimana perasaan mu di hari ke 100 kita
Pada hari ke 100 aku akan membawamu ke taman dan di situ aku akan mengungkapkan semuanya…
Ima.. aku sayang kamu….
Setelah membaca surat itu, aku menangis tiada henti.
“aku sayang kamu dick.. aku sebenarnya ungin mengungkapkan ini pada jam 12 malam pada hari ke 100 kita.. tapi kenapa kamu pergi ninggalin aku secepat ini…” ujarku terisak
Lalu aku menyadari bahwa aku memang sangat menyayangi dicky, tapi semua ini harus ku simpan di dalam hati bersama mu. Kan ku simpan nama DICKY di hatiku selamanya….
Bahagia hidupku bersama mu…
Tapi kebahagiaan itu sangat singkat
Dengan kebahagiaan singkat itu bisa membuatku lebih hidup..
Ungkapkanlah perasaan mu…
Sebelum waktu yang membuat segalanya berubah Karena kita tak akan pernah tau
Esok akan terjadi apa…



0 komentar:
Posting Komentar