Cerpen

Diary Lama Kekasihku

suatu pagi yang cerah, di pinggir pantai terlhat sesosok manusia yang sedang menatap betapa agungnya mentari pagi menyinari bumi ini. Ia mendengarkan deburan ombak menghempas batu karang, ia merasakan dinginnya air lau yang menyegarkan. Ia berjalan mengelilingi pantai, entah apa yang di lakukannya. Lalu ia melihat sebuah villa yang tidak jau dari situ, ia menghampiri villa itu. Ketika ia memasukki villa itu ia menemukan sebuah buku diary yang tergeletak di sebuah kursi yang berada di balkon menghadap ke arah laut. Lembar demi lembar ia membukanya.
15 january 2011
Hari ini adalah hari pertama aku menempati rumah ini. Aku sangat menikmati pemandangan yang ada di sekitar sini. Lalu suatu saat aku bertemu dengan seorang lelaki, ia menabrakku di sebuah pasar.
Sesaat kemudian lelaki itu menatap betapa indahnya laut hari ini. Kemudian ia mencoba mengingat-ingat kenangan indah masa itu
*****
Ketika sedang asyik melihat-lihat pedagang yang sedang menawarkan barang-barang dagangannya, aku tidak sengaja menabrak seorang perempuan.
“ahw,,, ati-ati dong kalo jalan..” ujar perempuan itu mengaduh kesakitan
“maaf mbak.. gak sengaja…maaf ya” ujarku yang membantu perempuan itu bangkit dari jatuhnya
“makanya mas jalannya tuh pake mata, orang segede ini di tabrak” ujar perempuan itu
“lho mbak bukannya jalan itu pake kaki yahh ,,, hehe” candaku
“ahh.. tau..” jawab perempuan itu dengan jutek dan pergi meninggalkanku
******
Aku pun tersenyum mengingat kejadian itu, kembali ku buka lembar selanjutnya.
17 january 2011
Aku bertemu dengan seorang yang sangat menyebalkan, masa baru ketemu minta kenalan…
Ihh…. Tapi si masnya tadi lumayan juga yahh.. hehe ^_^
******
Aku melihat perempuan yang kutabrak kemarin di pasar, aku menatapnya dari kejauhan. Lalu aku berinisiatif untuk menghampirinya.
“hay mbak..” ujarku sambil nyelonong begitu saja ketika perempuan itu sedang meminum kopinya
“apa sih..” jawabnya
“boleh kenalan gak mbak…” ujarku yang menyodorkan tanganku ke hadapnya. Tapi ia tidak menanggapinya, ia tengah asyik meminum kopinya dengan melihat sebuah buku di tangannya.
“mbaakk?” sapaku
“apaan sihh.. sok kenal tau gak..”
“waduh si mbak … jangan jahat-jahat atuhh,,,” ujarku dengan senyuman
“kenalin mbak aku dicky.. mbak namanya siapa?” tanyaku kembali
“citra” jawab perempuan itu
“ehmm.. bagus,, si mbak ini baca apa sih kayak orang penting ajahh” tanyaku sambil mengambil buku yang ada di genggaman citra
“apaan sihh balikin donkk,,,,” ujarnya yang merengek
“nihh… jangan cemberut atuh.. ayok dah ikut aku jalan-jalan..” ajakku
“kemana.. ntar aku kamu culik,,”
“ih.. kurang kerjaan culik kamu mendingan culik anaknya SBY.. bisa kaya… udah ahh ayok ikut”
“ya dehh” jawabnya yang sedang membereskan barangnya
****
Ku buka kembali lembar selanjutnya.
16 april
Diary… hari ini aku bahagia sekali, dicky bilang dia sayang aku. Seneng deh.. aku sama dia resmi jadian hari ini. Dia njuga mengajakku pergi ke pantai. Ternyata dicky orangnya romantic. Aku semakin sayang ke dia. Hehe …
20 april
Diary dicky mengajakku ke sebuah tempat yang indah sekali, dia ingin bersama ku selamanya begitu ucapnya. Oh my god.. aku bahagia sekali….

16 juni
Diary kurang 2 hari lagi dicky ulang tahun,, aku ingin memberikannya sebuah kejutan.. semoga lancer kejutanku untuknya…

***
Hari ini aku sedang berada di rumah, aku menunggu citra untuk dating ke rumah. Karena kemarin ia berjanji akan dating kemari, sembari terus melihat jam aku mentap ke arah pintu tapi citra tidak muncul juga.
1 jam kemudian…
“dicky maaf aku telat,,” ujar citra yang memasukki rumah dengan terburu-buru
“ehm yahh.. it’s ok kok…” jawabku datar
“jangan marah donk…..” kata citra ssambil menarik-narik bajuku bak anak kecil yang tidak mendapat mainan.
“ayo ikut akuhh…” ujar citra yang kali ini menarik tanganku
Aku hanya menurut saja, setelah berjalan cukup lama. Kami sampai di tepi pantai.
“ kau tunggu sini…” ujar citra yang berlari entah kemana
Aku duduk di sebuah batang kayu yang cukup besar, aku menaap langit kemerahan yang menandakan matahari akan tenggelam. Ketika matahari akan tengelam citra muncul membawa sebuah kue tart dan menyanyikan lagu happy birthday. Aku melihat citra yang di sinari cahaya kemerahan dari sang mentari,
“hah…” aku melongo
“kenapa… gak suka” kata citra merengut
“aku suka kok.. makasih sayang,,” ujarku
“ tiup donk… make a wish dulu”
“tuhan aku ingin semoga ia berada di sisiku selamanya…”
“aminnn,,,,” jawabku dan citra bersamaan
Lalu kami berdua menikmati sunset yang indah .
****
Ketika mengingat kejadian itu aku tersenyum karena citra sangat mengejutkan. Ia selalu memberikan kejutan-kejutan kecil untukku. Tapi akupun sebaliknya, aku sangat senang membuatnya tertawa bahagia.
Sesaat kemudian aku di kagetkan oleh sesosok wanita yang memeluk pundakku.
“sayang…” ujarku
“sudah 5 tahun kita menikah.. tapi aku tetap mencintaimu…” ujar wanita itu.
“yah citra,, aku mencintai mu …” jawabku, sambil memeluk istriku tercinta, citra.
“mama… liat dehh…” teriak seorang anak di tepi pantai yang sedang bermain-main
“ya sayang..” jawabku, anak itu adalah buah cinta kami selama 7 tahun.
Ketika aku membuka lembar terakhir di diary lama istriku,

Diary…
Aku sangat mencintai suamiku, dicky.
Dia adalah orang yang sangat mengagumkan… terima kasih sayang kau telah memberikan warna yang indah dalan hidupku…..



0 komentar:

Posting Komentar